Mukhlis ABSart (lahir 1991) adalah seorang seniman yang berbasis di Jambi, Indonesia. Sebagai seniman otodidak, ia mengembangkan praktik artistiknya melalui proses yang intuitif dan terus berkembang. Praktiknya berawal dari karya digital, kemudian meluas ke lukisan akrilik di atas kanvas, dengan pendekatan yang tetap terbuka terhadap eksplorasi berbagai medium baru.

Di luar praktik artistiknya, Mukhlis bekerja sebagai petani sekaligus menjalankan usaha kecil. Baginya, seni dan kehidupan sehari-hari bukanlah dua hal yang terpisah. Menggambar dan melukis menjadi bagian dari kesehariannya, didorong bukan semata-mata oleh profesi, melainkan oleh rasa ingin tahu dan ketertarikan yang terus tumbuh terhadap proses kreatif.

Alih-alih memulai dengan konsep yang telah ditentukan atau sketsa yang terstruktur, Mukhlis membiarkan setiap karya berkembang secara organik. Sebuah garis sering kali menjadi titik awal yang kemudian melahirkan bentuk, simbol, objek, komposisi, dan warna secara spontan selama proses penciptaan berlangsung. Bagi Mukhlis, berkarya bukan sekadar mewujudkan gagasan yang telah selesai, melainkan menemukan berbagai kemungkinan visual yang muncul selama proses itu sendiri.

Praktiknya banyak dipengaruhi oleh pengalaman sehari-hari. Apa yang ia lihat, dengar, rasakan, dan alami—baik melalui pengalaman indrawi maupun pengalaman batin—secara perlahan membentuk bahasa visual yang terus berkembang. Alih-alih membatasi diri pada tema tertentu, ia mengikuti rasa ingin tahu, insting visual, dan dorongan untuk terus bereksperimen, sehingga setiap rangkaian karya berkembang dengan arahnya masing-masing.

Sejak tahun 2021, Mukhlis aktif berkarya dalam ekosistem NFT dan blockchain. Baginya, blockchain bukan sekadar sarana distribusi karya, melainkan medium yang memungkinkan karya seni didokumentasikan, dimiliki, dan diakses dalam ruang yang terdesentralisasi. Keterlibatannya di ekosistem ini mencerminkan ketertarikannya untuk terus mengeksplorasi bagaimana perkembangan teknologi dapat membuka kemungkinan baru dalam praktik artistiknya.

Melalui praktiknya, Mukhlis memandang seni sebagai proses eksplorasi yang terus berlangsung—sebuah cara untuk memahami pengalaman, mengajukan pertanyaan, serta membangun hubungan antara diri, lingkungan sekitar, dan dunia yang senantiasa berubah. Setiap karya diperlakukan sebagai rekaman dari proses penemuan, bukan sebagai jawaban yang bersifat final, sehingga tetap terbuka bagi beragam interpretasi.

Siapa Mukhlis ?